:: Resep Masakan Khas ::

Resep Masakan Khas Dengan Berbagai Kategori Bahan Pangan.

Manfaat daun kelor


Ada berita menggembirakan tentang rencana pengusaha Jepang untuk membuka “kebun kelor” seluas 10.000 hektar (ha) di Kabupaten Musibanyuasin, Sumatera Selatan. Bukan karena kelor yang asalnya hanya merupakan tanaman pagar atau batas tanah ataupun perambat tanaman (lada, sirih, dan sebagainya), sekarang berubah menjadi tanaman bernilai ekonomi yang diminati pengusaha luar negeri antara lain Jepang, tetapi juga peribahasa “dunia tidak selebar daun kelor” ternyata menjadi “pohon kelor merambah bisnis dunia”.Minat pengusaha Jepang untuk membuka kebun kelor seluas 10.000 ha karena mereka membutuhkan hasil dari tanaman tersebut untuk bahan kosmetika, obat-obatan sampai ke minyak goreng dan pelumas, terutama dari daun dan bijinya.

Tanaman kelor merupakan perdu dengan tinggi sampai 10 meter, berbatang lunak dan rapuh, dengan daun sebesar ujung jari berbentuk bulat telur dan tersusun majemuk. Tanaman ini berbunga sepanjang tahun berwarna putih, buah besisi segitiga dengan panjang sekitar 30 cm, tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Menurut sejarahnya, tanaman kelor atau marongghi (Moringa oleifera), berasal dari kawasan sekitar Himalaya dan India, kemudian menyebar ke kawasan di sekitarnya sampai ke Benua Afrika dan Asia-Barat.

Bahkan, di beberapa negara di Afrika, seperti di Etiopia, Sudan, Madagaskar, Somalia, dan Kenya, sekarang mulai dikembangkan pula di Arab Saudi dan Israel, menjadi bagian untuk program pemulihan tanah kering dan gersang, karena sifat dari tanaman ini mudah tumbuh pada tanah kering ataupun gersang, dan kalau sudah tumbuh maka lahan di sekitarnya akan dapat ditumbuhi oleh tanaman lain yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya pertumbuhan tanaman lain akan cepat terjadi.

Walau di Indonesia, khususnya di lingkungan perkampungan dan pedesaan, tanaman kelor baru sampai menjadi tanaman pagar hidup, batas tanah ataupun penjalar tanaman lain, tetapi manfaat dari daun dan karangan bunga serta buah muda sebagai sayuran, sudah sejak lama digunakan.

Sebagai tanaman berkhasiat obat, tanaman kelor mulai dari akar, batang, daun, dan bijinya, sudah dikenal sejak lama di lingkungan pedesaan.

Seperti akarnya, campuran bersama kulit akar pepaya kemudian digiling-dihancurkan, banyak digunakan untuk obat luar (balur) penyakit beri-beri dan sebangsanya. Daunnya ditambah dengan kapur sirih, juga merupakan obat kulit seperti kurap dengan cara digosokkan.

Sedangkan sebagai obat dalam, air rebusan akar ampuh untuk obat rematik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, sampai ke obat gonorrhoea. Bahkan, biji tua bersama dengan kulit jeruk dan buah pala, akan dapat menjadi “spiritus moringae compositus” yang digunakan sebagai stimulans, stomachikum, carminativum sampai diuretikum.

Sejak awal tahun 1980-an oleh Jurusan Teknik Lingkungan ITB, biji kelor digunakan untuk penjernihan air permukaan (air kolam, air sungai, air danau sampai ke air sungai) sebagai pengendap (koagulans) dengan hasil yang memuaskan. Oleh karena rangkaian penelitian terhadap manfaat tanaman kelor mulai dari daun, kulit batang, buah sampai bijinya, sejak awal tahun 1980-an telah dimulai. Saat itu fokus penelitian ditujukan kepada program pengadaan air jernih untuk para pemukim di kawasan pantai atau pesisir, khususnya di kawasan transmigrasi yang mengandalkan air payau atau gambut berwarna kecoklatan sebagai sumber air minum.

Rasa air gambut yang pahit dan warna kecoklatan, tentu saja tidak memenuhi syarat sebagai air minum. Bahkan, air gambut yang digunakan untuk mencuci pakaian pun yang berwarna putih justru akan berubah menjadi kecoklatan. Maka dengan sistem penyaringan sederhana ditambah dengan pengendap yang berasal dari serbuk atau tumbukan biji kelor, pada akhirnya akan menjadi air jernih, walau belum bersih. Sehingga untuk air minum harus dilakukan perlakuan, antara lain dimaak terlebih dahulu.

Di lingkungan pedesaan, penanaman kelor yang paling umum cukup dengan cara setekan batang tua atau cukup tua, yang langsung ditancapkan ke dalam tanah, apakah sebagai batas tanah, pagar hidup ataupun batang perambat. Walau semaian biji tua dapat dijadikan bibit, umumnya jarang dipergunakan. Disamping itu, manfaat lain dari batang bersama daun kelor, umumnya digunakan sebagai “alat” untuk melumerkan atau menon-aktifkan “kekuatan magis” seseorang, yaitu dengan cara disapu-sapukan ke bagian muka ataupun dijadikan “alat tidur”, misal seseorang yang tahan terhadap pukulan, bacokan, bahkan tidak mempan oleh terjangan peluru, maka dengan cara disapu-sapukan ke bagian tubuhnya, ataupun dijadikan alas tidurnya, atau ada pula air tanaman kelor disiramkan ke seluruh tubuhnya, maka kekuatan magis tubuhnya akan lumer atau hilang.

Hal yang sama juga kepada orang tua, umumnya pada zaman dulu yang memiliki “ajimat” sehingga kalau mau meninggal akan susah sekali, maka dengan menggunakan tanaman kelor, akan dapat dibantu untuk memudahkan kematiannya tersebut.

Pengalaman di Benua Afrika

Ada sebuah laporan hasil penelitian, kajian dan pengembangan terkait dengan pemanfaatan tanaman kelor untuk penghijauan serta penahan penggurunan di Etiopia, Somalia, dan Kenya oleh tim Jer-man, di dalam berkala Institute for Scientific Cooperation, Tubingen, 1993. Laporan tersebut dikhususkan terhadap kawasan yang termasuk Etiopia, Somalia, dan Sudan, karena sejak lama sudah menjadi tradisi penduduknya untuk menanam pohon kelor, mengingat pohon tersebut dapat menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan, juga untuk diperdagangkan.

Seperti di Lembah Rift untuk lahan seluas satu hektar hanya ditanamkan antara 30-50 batang, karena di antara pohon kelor tersebut ditanamkan pula tanaman lainnya penghasil pangan, seperti sorgum, jagung, bahkan tanaman lain untuk sayuran, khususnya kacang-kacangan. Maka, dengan cara ini karena pohon kelor memiliki kemampuan menyerap air tanah walau dari kandungan yang sangat minim hingga tanah menjadi lembab, tanaman lainnya akan ikut menjadi tumbuh subur. Apalagi kalau pohon kelor sudah besar dan tinggi, akan berfungsi pula sebagai pohon lindung ataupun pohon rambatan.

Di kawaan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.

Sama seperti di Lembah Rift, di kawasan ini pun pada lahan di antara pohon kelor dijadikan untuk penanaman banyak jenis tanaman pangan, antara lain jagung dan sorgum, juga sayuran, serta lebih jauhnya lagi untuk tanaman industri seperti kopi, kapas, lada, bahkan tebu. Sangat unik adalah kebiasaan penduduk sekitar Arba Minch yang memiliki lahan terbatas, mulai dari sekitar 0,1 ha atau 1.000 meter persegi, atau hanya ratusan bahkan puluhan meter persegi saja. Sehingga pohon kelor hanya dijadikan pagar hidup, pembatas tanah ataupun pohon perambat sama seperti di Indonesia.

Akan tetapi hasilnya, kalau daunnya dapat langsung digunakan sebagai sayuran, maka bunganya akan tetap dipelihara hingga menjadi buah dan menghasilkan biji yang dapat dijual kepada perusahaan asing yang memerlukan untuk pembuatan tepung atau minyak sebagai bahan baku pembuatan obat dan kosmetik bernilai tinggi.

Salah satu sifat yang menguntungkan untuk membudidayakan pohon kelor yang sudah diketahui sejak lama, yaitu minimnya penggunaan pupuk dan jarang diserang hama (oleh serangga) ataupun penyakit (oleh mikroba). Sehingga biaya untuk pemupukan dan pengontrolan hama dan penyakit relatif sangat murah. Bahkan, dari pengalaman para petani kelor yang sudah lama berkecimpung, diketahui bahwa pemupukan yang baik adalah berasal dari pupuk organik, khususnya berasal dari kacang-kacangan (misal kacang hijau, kacang kedelai ataupun kacang panjang) yang ditanamkan sekitar pohon kelor.

Juga pengalaman panjang secara tradisi penggunaan tanaman kelor sebagai bahan berkhasiat obat di kawasan tersebut adalah bahwa akarnya sangat baik untuk pengobatan malaria, mengurangi rasa sakit, penurun tekanan darah tinggi, dan sebagainya, sedang daunnya untuk penurun tekanan darah tinggi, diare, diabetes melitus (kencing manis), dan penyakit jantung.

Perlu untuk diketengahkan manfaat biji kelor yang sudah mulai dikembangkan melalui Program UNDP, yaitu sebagai bahan pengendap/koagulator untuk menjernihkan air secara cepat, murah dan aman, seperti di ITB.

Yaitu dengan nilai pH yang berbeda, maka antara 100-150 mg bubuk/serbuk/liter air, memberikan hasil turbiditas tinggi pada air (800-10.000 FTU), kalau dibandingkan dengan koagulan umum seperti Al2(SO4)3 yang baru efektif pada pH 7 saja.

Juga kandungan senyawa yang terdapat pada serbuk biji kelor memiliki sifat antimikroba, khususnya terhadap bakteri. Sehingga kalaupun di dalam air terdapat bakteri Coli (salah satu yang disyaratkan tidak terdapat di dalam air minum), akan tereduksi atau mati. Serta, menurut perhitungan yang sudah diuji coba oleh tim ahli dari UNDP, maka kebutuhan biji kelor untuk pengolahan air minum di kawasan pantai atau rawa, cukup 2-3 pohon dewasa selama setahun dengan keluarga sebanyak 6-8 orang, dengan perhitungan kebutuhan air sekitar 20 l/hari/ jiwa.

H Unus Suriawiria, Dosen senior IPB yang mendalami bioteknologi dan agroindustri

About these ads

33 Komentar»

  metta wrote @

Luar biasa manfaat pohon kelor ini ya Pak, sayang kita masih ‘foreign country’ minded, jadi kita cenderung tidak menyayangi potensi milik sendiri. Semoga semakin banyak masyarakat kita yang lebih mencintai hasil alam negeri sendiri dan berusaha melestarikannya dan memanfaatkannya untuk sesama, bukan untuk kantong sendiri… amin…

  irfai wrote @

setuju…apalagi di daerah nusa tenggara timur (NTT), potensi tanaman kelor sangat banyak…sayang belum ada yang memanfaatkan secara optimal

  DIDIK BUDI Y wrote @

MMG LUAAAR .. BIASA MANFAAT DAUN KELOR INI SETAHU SAYA BKN SATU SAJA MANFAAT DAUN KELOR MAUPUN RAMUAN TRADISIONAL INDONESIA , LEBIDARI PULUHAN , SAYA MEMBACA BUKU RAMUAN TRADISIONAL INDONESIA BYK MANFAATNYA , SYGNYA MASYARAKAT KITA KURANG SEKALI PEDULI TERHDP TUMBUHAN INDONESIA ,SEGALA PENYAKIT HANYA MNEGANDALKAN OBAT2AN KIMIAWI , YG KURANG BERKHASIAT BAGI TUBUH KITA .SEMOGA MASYARAKT INDONESIA PEDULI TERHDP RAMUAN TRADISIONAL .

  MUHAMMAD JAKFAR SADIQ wrote @

Salam kenal dari Jakfar. Kelor memang memiliki manfaat yang sangat luar biasa, karena semua bagian dari tanaman ini bermanfaat. Untuk itu, saya coba mengangkatnya pada Lomba Rector Cup UMM 2009 kemarin dan Alhamdulillah berhasil meraih juara dan minta do’a ya…karena kelor ini mau saya angkat pada Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis sebagai salah satu Program Dikti, sehingga kelor ini menjadi tanaman yang tidak lagi dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan masyarakat di Negara Indonesia ini, amien…

  HM.Djafar wrote @

Saya tertarik sd mamfaat Daun Kelor dan lain2nya. kebetulan saya berasal dari Bugis, kalau dalam satu Minggu tidak makan Sayur Daun Kelor rasanya ngiler, dan saya baru tahu mamfaatnya. dan secara kebetulan di Sulawesi Selatan banyak tumbuh. yg jelas di Sulawesi banyak ditanam di halamn rumah

  heryadi wrote @

Memang, banyak hal yang kurang diketahui manfaatnya.Dulu tahunya hanya disayur tapi manfaatnya tidak tahu. Jadi ya hanya sekedar tahu bahwa dapat dimasak daunnya. Lha kalau memang begitu hasil penelitian para ahli mestinya dipublikasikan sehingga masyarakat secara sederhana dapat memanfaatkan dan barangkali dapat diprodukasi secara pabrikan.

  aini wrote @

alhamdllah saya sedang mncri sesuatu yg bsa dgunkan untk menjrnhkn air tnpa bhn kimia ,trnyata daun kelor bsa,,,,,,,,,,,,,,,semoga bsa sya mnfaatkn walaupun lumayan sush jga mncri daun klor d daerah sya

  cyra wrote @

thanks infonya…

  vitradesie noekent wrote @

Bapak Yth…
Apakah pernah ada kajian, pemanfaatan daun kelor untuk makanan, misalkan ice cream ???
Matur nuwun sebelumnya…

  miura anita wrote @

Sayangnya kalau penelitian di indonesia itu, tdk seperti diluar negeri kalau memang bermanfaat langsung diterapkan kemanfaatannya dimana2, di indonesia hanya diteliti dan diketahui manfaatnya dan setelah itu tdk ada kelanjutannya

  saiful wrote @

Di Bima, Nusa Tenggara Barat, daun kelor menjadi masakan daerah dan menjadi ciri khas orang bima. Tidak satupun orang bima asli bima yang gak makan daun kelor walaupun golongan orang kaya.

  chadijah wrote @

ternyata maanfaat daun kelor sangat banyak, yg perlu dilakukan skrg adalah bgmn agar masyarakat menyadari akan maanfaat dr daun kelor palagi slama ini daun kelor hanya dipandang sebelah mata khususx yg menyangkut pengobatan dr jaenis penyakit tertentu, agar masyarakat tdk slalu tergantung dgn obat2an kimia, tuk itu perlu sosialisasi….sosialisasi…sosialisasi

  ria abdullah wrote @

subhanallah maanfaat tanaman ajaib ini..jd pgn ikut nanam jg dn mengonsumsinya krn blm prnh tau gimana rasanya makan sayuran dr daun kelor..

  Nia wrote @

Makasih infonya, gimana carnya ya daun kelor yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung, kencing manis, daunnya diminum atau gimana?

  danu wrote @

Sayur dari daun kelor mrupakan mkanan khas Palu – Sulteng, masyarakat Palu percaya, bagi pendatang yang mengkonsumsi sayur daun kelor nantinya akan sulit meninggalkan Palu … ga pcaya, bleh coba …

  ayu wrote @

Di amerika, penelitian ttg daun kelor sedang berkembang terutama untuk pengobatan kanker. Dgn dukungan dana dan teknologi yg mereka punya, anak teman saya yg sedang kuliah di medicine research menemukan tikus (media lab) mengalami kesembuhan dgn mengkonsumsi daun kelor tersebut.

  Toni wrote @

ternyata daun kelor ini memliki manfaat bagi metode penyembuhan juga ya……
bisa dijadiin bisnis juga nih buat penyembuhan penyakit

  contoh naskah wrote @

wah wah wah buanyak juga yah manfaat daun kelor ya ternyata wah dirumah saya banyak tuh daun kelor…

  wanda wrote @

terima kasih atas informasinya tentang kelor kebetulan dikampung saya banyak pohon kelor yg bisa sy manfaatkan

  Muhammad Ilham wrote @

thank’s

  hainur rasyid wrote @

kalau di daerah saya di sumenep madura daun kelor sudah menjadi kebiasaan di jadikan sayur bersama nasi jagung,sampai ada pribahasa; kalau belum makan sayur kelor sama nasi jagung sepertinya tidak merasa makan nasi dan sayurnya. dan baru sekarang ini saya tahu betapa banyak kegunaan dan mamfaatnya daun kelor bahkan dari akar , batang sampai buahnya.

  wahyu suprapto wrote @

di lombok NTB menjadi sayuran ….. bahkan akhir2 ini banyak warung nasi yg sajian specialisx sayuran daun kelor dan pengunjungx tdk kalah ramai dgn restoran mewah apalagi ada sambal monte atau jeruk limau……

  trisia wrote @

ternyata kelor banyak jg mamfaatnya

  purwanto wk wrote @

Saya percaya dgn khasiat daun kelor .saya juga usah baca berbagai literatur ttg kasiat si kelor..mudah2 informasi ttg kelor sebagai daun obat banyak diketahui masyarakat luas dan menjadi obat alternatif yg terjangkau dari segi harga….

  Muslikhin wrote @

terimakasih infonya.q blm tau percis tanaman kelor ini.mudah2n di cirebon d jual bebas amin.q pgn nanam

  DIDIK HARTADI wrote @

Baru minum teh daun kelor sekali, badan terasa enteng, hilang capek capeknya dan ngantukannya. Saya menyediakan teh daun kelor.

  LA GAELO wrote @

sudah adakah perusahaan yang membeli tanaman kelor? soalnya di sini(pulau Muna sulawesi tenggara) juga penghasil poho kelor ni

  ILHAM wrote @

PENGOLHAN KULIT BATANG KELOR ITU BIASANYA DIBUAT APA YA SAUDARA2 ?

  mae wrote @

wahhh,,, daun kelor juga bisa kata nenek moyang itu bisa melunturkan susuk bagi yang pake susuk….
wahaiii sodara ku yg memakai susuk jangan deket2 ama yg nama’a kelorr eaaaaaaaa…… hahahahaa….

  yuliati thok wrote @

nggak nyangka…kelor byk manfaatnya…

  iwan wrote @

makasih atas infox… mudah2an dapat diteliti lebih jauh lagi agar lebih diketahui manfaatx…..

  Gharand Patjoel wrote @

saya kemarin hbs baca artikel ttg daun kelor,langsung mencari batang kelor utk saya tanam. tp di batam susah jg nyari pohon kelor.

  indah smkn 2 jiwan madiun wrote @

thanks bgt ats infonya, jd makin tau ttg manfaat kelor.. trnyata wow bgt… eh iya aq uda bikin olahan kelor jd camilan ringan lhooo… enak bgt bergizi lg..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

byeabby

Just another WordPress.com site

Dimanamimpiku

jika untuk meraih mimpi sendiri tidak bisa, maka ajaklah orang lain

BUNKATOMATO

Home is where the heart is

Mizanul's Family

Assalamualaikum......Selamat Datang Di Keluarga Mizanul

anisa kusuma's bLog

somestory in a compLex worLd

bisnisonlineeva

Peluang Bisnis Tanpa Batas

AVANT-GARDE 91

from old manuscripts to modern design, exceeding ordinary people

panda's Blog

Just another WordPress.com site

Kafkanafisa's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ipangenduth's Blog

Just another WordPress.com weblog

Riniivan's Blog

Something about my life

surya

Just another WordPress.com weblog

AKATSUKI SHOP

JUAL JAKET ANIME

lee anymizz

Experience is best teacher

ardiChris Notes

catatan perjalanan omKlik

.::.Pengalaman Sufistik.::.

Menyibak Misteri Ketuhanan

Ultravelizer

Just another WordPress.com site

A Look From The Other Side

" Lihat....Dengar....Rasakan lalu Tuliskan...."

Creative for Better Life

teknologi informasi, pendidikan, berita hangat

Alkabri's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Abasosay's Weblog

Mencoba melihat dari sisi yang lain

A cook guide to catastrophe

When chefs get bored....

bawelicious

me love talking

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 331 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: